Koneksi Nyata Di Konferensi @DPAAGlobal

Foto ilustrasi · Francesco Ungaro / Pexels
Key Takeaway

DPAA Global Video Everywhere Summit tahunan ke-14 berlangsung pada 13 Oktober 2026, di Pier Sixty di Chelsea, Kota New York, dengan tema "Koneksi Nyata." Seperti dilaporkan oleh DailyDOOH, acara ini berpusat pada bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan teknologi sambil memupuk hubungan konsumen yang bermakna secara langsung.

DPAA Global Video Everywhere Summit tahunan ke-14 berlangsung pada 13 Oktober 2026, di Pier Sixty di Chelsea, Kota New York, dengan tema "Koneksi Nyata." Seperti dilaporkan oleh DailyDOOH, acara ini berpusat pada bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan teknologi sambil memupuk hubungan konsumen yang bermakna secara langsung.

Dua sesi menjadi tumpuan program. Dalam "Screens, Scrolls & Stores: The Return of Real-World Connection," CMO American Eagle Outfitters Craig Bergmers bergabung dengan Wakil Ketua Stagwell David Sable untuk membahas bagaimana perusahaan ritel ini menghubungkan layar digital, toko fisik, dan pengalaman IRL untuk menjangkau konsumen yang lebih muda. Percakapan mereka mencakup kampanye utama, pengambilalihan Times Square, kemitraan kreator, dan aktivasi mal.

Sesi kedua, "Where AI Meets the Real World: Rethinking the Traveler Journey," menampilkan CMO Expedia Group Jochen Koedijk yang memeriksa bagaimana AI membentuk penemuan, perencanaan, dan pemesanan perjalanan — dan apa yang terjadi ketika keputusan digital berubah menjadi pengalaman fisik. Diskusi membahas bagaimana perusahaan dapat melibatkan pelancong sepanjang perjalanan mereka, termasuk di tujuan.

Data industri menegaskan taruhannya. Menurut eMarketer, 82,6% penjualan ritel AS pada 2026 akan terjadi di toko fisik. Dewan Perjalanan & Pariwisata Dunia memproyeksikan kategori perjalanan akan memberikan kontribusi rekor USD 12 triliun ke ekonomi global pada 2026.

Penelitian Expedia Group sendiri mengidentifikasi apa yang mereka sebut "AI Trust Gap" — sementara pelancong semakin banyak menggunakan AI selama perencanaan, sebagian besar tetap tidak bersedia bertransaksi melalui AI. Studi tersebut menemukan 68% lebih memilih memesan dengan merek perjalanan tepercaya daripada chatbot dan agen AI, bahkan ketika pemesanan AI tersedia.

Berdasarkan materi dari www.dailydooh.com dan sumber industri lainnya
Jelajahi dengan AI